Pages

Showing posts with label Story. Show all posts
Showing posts with label Story. Show all posts

Monday, 20 June 2016

Tips Menulis Cerita Horror by Helfrida Sogara


Hai! Saya Ray. Disini saya akan berbagi pengalaman saya menulis cerita horor, dan saya akan memberikan tips dalam menulis cerita horor. Mari kita simak!

1. Menggambarkan Suasana


Dalam menggambarkan suasana di cerita horor itu sudah beda dengan di genre-genre biasa. Agar lebih menarik, gambarkan suasana yang mencekam di awal cerita. Misalnya :

"Sesaat, malam ini terasa sangat indah dengan sinar bulan purnama yang sangat cerah, tanpa ada awan yang menutupinya. Danny tertidur nyenyak sambil senyam-senyum sendiri. Tapi setelah itu, awan mulai menutupi bulan purnama sedikit demi sedikit. Angin yang tadinya sejuk dan pelan menjadi sangat kencang. Daun-daun berterbangan kemana-mana. Pintu rumah Danny terbuka sedikit tertiup angin, bukan tertiup angin, sih, karena pintu itu tadinya ditutup rapat dan dikunci, mungkin karena ada sesuatu yang ... HIIII!!!" -Misteri Phonograph Kuno, Helfrida Sogara.

Contohnya seperti itu, dan catatan lagi, cerita horror tidak bisa dipisahkan dengan latar waktu "Malam". Artinya, lebih menarik jika awal cerita diberi latar malam. Tetapi, tidak musti awal cerita selalu masuk ke suasana yang mencekam. Bisa saja mendeskripsikan tentang keanehan-keanehan atau apapun yang berada dalam konflik yang akan diceritakan.

2. Pembahasan Konflik


Dalam hal ini sangat perlu diperhatikan. Misal konfliknya adalah "Penampakan di Kamar Mandi Sekolah", di sini tokoh yang dihantui membahasnya. Disini, kita akan mencoba membuat gambaran "ekspresi" si tokoh. Misal :


"Billy baru saja kembali dari dapur untuk mengambil air minum. Sebelumnya, ia melihat dari jendela bahwa ayunan di samping rumahnya tiba-tiba bergerak sendiri, seperti ada yang menumpanginya. Ketika ia berjalan ke kamarnya, mobil ambulannya tiba-tiba nyala dan bergerak ke arahnya. Ia memungutnya dan mematikannya. Namun ketika ia sudah berada di kamar, mobil itu kembali menyala dan bergerak ke arah kamarnya. Ia mulai ketakutan, dan hendak mengambilnya. Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah lemarinya. Ia pun ketakutan dan berlari ke kamarnya ibunya.

"Mom! Mom! There's something in my cupboard!" kata Billy ketakutan. Tubuhnya bergetar. Ibu Billy terbangun dan segera mengecek lemari tersebut, namun tidak ada apapun." The Conjuring 2, 2016

Intinya, dalam menceritakan konflik, tokoh sangat ketakutan. Tapi, bisa juga tokoh dibuat menjadi berubah sifat. Tiba-tiba menjadi aneh setelah melihat kejadian yang "berkali-kali". 

3. Deskripsi Penampakan


Ini yang paling penting. Agar cerita tampak menyeramkan dan asyik, dalam mendeskripsikan penampakannya mari didetailkan. Misalnya :

"Kelompok bu Sari sudah kembali ke asrama masing, dengan pelan bu Sari menutup pintu kamar, lalu pergi untuk memberi tahu yang lainnya. Tiba-tiba beliau mendengar suara nyanyian, nyanyian yang sangat merdu tapi dengan nada yang rendah. Beliau mendengarnya ketika berada di depan kamar no. 304. Suara seorang gadis sedang menyanyi. Seiring dengan nyanyian itu selesai, terdengar teriakan yang sangat lama. Tiba-tiba lampu menjadi hidup-mati-hidup-mati. Saat itu bu Sari sangat ketakutan. Beliau mendengar kaca pecah. Tanpa basa-basi, beliau membuka kamar 304 itu. Seketika lampu menjadi normal kembali, teriakan sudah berhenti, dan sebenarnya tidak ada kaca pecah. Bu Sari menghela nafas, kemudian menutup kamar 304 lalu berlari meninggalkan asrama wanita" -School Terror, Helfrida Sogara

Di sini, saya membuat penampakannya ada di kamar no. 304, teks tersebut adalah contoh penampakan yang hanya mendeskripsikan suasana saja. Namun, hantunya tidak ikut dimunculkan. Tetapi dengan seperti ini, sudah membuat pembaca sedikit merinding. Misal lagi :

" Shizuko mengambil buku Kazue yang diselipkan di bawah kasurnya. Lalu ia mengambilnya, tiba-tiba ada sepotong kertas yang jatuh. Ia hendak mengambilnya, pelan-pelan karena penasaran. Ketika kertas itu hampir tersentuh, tiba-tiba ada tangan yang mengambil kertas tersebut dari bawah ranjang. Shizuko kaget. Kemudian ia dengan takut mengintip di bawah kolong tempat tidur, namun tidak ada apapun. Kemudian ia bangkit berdiri. Lalu, lehernya terasa merinding. Ia menoleh ke belakang, ada seorang wanita dengan tubuh dilumuri darah sedang mencakar-cakar lantai di bawah tempat tidur lain. Shizuko berteriak, dan langsung berlari keluar dari tempat tidur asrama," -The Silenced 2015

Di atas saya sudah mendeskripsikan penampakan seorang wanita di bawah tempat tidur. 

4. Usahakan Misteri Tetap Terkuak di Akhir
Misi ini yang paling penting. Selalu ada misteri di cerita horor, bukan? Usahakan buatlah cerita horror yang sedikit agak riddle, dan susah untuk ditebak pembaca. Dengan seperti ini, pembaca tidak akan bosan dengan ceritamu.

5. Cari Inspirasi


Cerita horror sangat luas, kamu bisa mendapatkannya melalui novel, cerpen, kejadian, berita, ataupun film. Dengan begitu, kamu mendapat inspirasi untuk menulis cerita horror.

Demikian Tips yang bisa saya sampaikan. Maaf jika ada kesalahan, dan ada kata-kata yang tidak dimengerti. Silahkan bertanya di kolom komentar :) Salam Sastra, Ray ~^o^~

- Helfrida Miftakhur Raifa Sogara -

Friday, 18 March 2016

Kisah Di Balik MV One Of These Nights (Red Velvet)

              Tema dari lagu ini adalah "Tenggelamnya Shi Yue Hao (Kapal Ferry Korea Selatan). Red Light f(x) juga mengisahkan tentang kapal ini, tanggal perilisan lagu Red Light ini adalah 7 Juli. Insiden tenggalamnya kapal ferry ini terjadi pada tanggal 16 Maret 2014 dimanta itu bertepatan dengan tanggal 17 pada kalender matahari. 


               Pada cover album, wajah Yeri diblur karena umurnya sama dengan salah satu korban pada insiden tersebut.


               Di MV tersebut, Yeri sedang tertidur di atas kapal dan berakhir dengan tenggelam.
Ada beberapa scene air di MV ini, setiap member memiliki akting menjauhi/menghindari (air yang ada di MV) seperti Joy menaiki anak tangga, Seulgi membuka jendela dan air masuk ke kamar Irene dan juga Wendy merangkak bersembunyi di bawah meja.


                  Di beberapa scene, Seulgi terus mengintip melalui lubang kunci, itu karena dia tak dapat keluar dari kamarnya, dan dia menyaksikan kapal itu tenggelam perlahan. 


                   Dan pada akhirnya pada sampul album, semuanya mengenakan jubah dan memegang sebuah lilin, mereka sedang memperingati kecelakaan tersebut. 

                Di scene terakhir pada Mv tersebut, kata "Red Velvet" bertuliskan dengan warna merah, itu emnandakan kematian. Dan agi, SM mengatakan mereka menunda perilisan Mv itu karena untuk mengubah kualitas MV, itu sebenarnya karena mereka mengubah ukuran ratio menjadi 1.33:1 yang mewakili masa lalu, memori dan film lama video dengan ratio 16:9 sampai 1:1 adalah ukuran ratio untuk video pada tahun-tahun yang di masa depan, diperlebar sampai 2.35:1 yang mewakili masa kini. (Disini menjelaskan mengapa memilih ukuran video 1.33:1 bukannya 2.35:1 yang sedang digunakan di masa kini)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Penasaran?? Tonton MV-nya :

Monday, 29 December 2014

Ninja Tori - Part 2

Ninja Tori - Part 2

Tori segera naik ke tangga meninggalkan pria yang tergeletak di tanah dengan bersimbah tanah. Ia memegang pisau itu erat-erat. Sampai di ujung tangga, terlihat kursi dan meja yang berantakan dan selambu-selambu yang berdebu serta genangan darah.

Tori : Darah?

Seseorang berdeham. Tori mengangkat kepalanya. Seorang wanita bergaun hitam dikawal 4 bodyguard yang berbaju hitam juga yang sedang membawa ..

Tori : Alyssa?

Alyssa : Tori, tolong aku!

Wanita : Ssstttt!!! Kau merusak suasana saja! 

Wanita itu menuruni tangga lebih dahulu.

Tori : Apa yang akan anda lakukan dengan teman saya?

Wanita : (Tertawa) Tenang, anak muda! Aku tidak akan melakukan apapun pada teman anda, saya tidak jahat. Pengawal, berikan!

4 bodyguard itu mendorong Alyssa ke pelukan Tori. Alyssa langsung bersembunyi di belakang Tori.

Wanita : Tapi, jujur saja, ada beberapa hal yang tidak kusuka padamu. Yah, mungkin hanya satu.

Tori dan Alyssa saling pandang.

Wanita : Oh, aku tahu! Kekuatanmu! (Sambil melambaikan tangan)

Tori terpental jauh. Wanita itu baru saja melakukan psikokinesis.

Alyssa: Tori! 

Wanita : Diam, Nevada!! Seharusnya aku tidak mengajak temanmu untuk menyaksikan ini, tapi lebih baik iya!! Karena apa? Karena aku punya perjanjian untukmu.

Tori bangkit berdiri.

Tori : Lalu apa janji anda?

Wanita : Aku sangat takut jika kekuatanmu di ambil waktu pemusnahan para ninja, dan kau, seorang ninja seharusnya waspada dengan hal seperti itu. Maka, aku punya pilihan! Kau bisa mempertahankan kekuatanmu dengan uang 55 miliyar, atau Alyssa Nevada.

Tori : Apa?! Anda ingin tahu jawaban saya?

Wanita : Tidak jika memang jawaban itu sebagai jawaban kasar terhadap The Wizard Queen.

Tori : Oh, jadi anda adalah Orlin Dawn, sang Ratu Sihir?

Wanita/Orlin : Ya, akhirnya kau tahu juga, Tori! Jadi apa jawabanmu?

Tori : Aku tidak memilihnya. Aku akan menanti acara itu berlangsung. 

Orlin : Kau ingin menyerahkan segala-galanya yang kau miliki dari lahir hingga sekarang? Kekuatan sebagai seorang ninja.

Tori : Ya, kalau mereka bisa!

Tori mencengkeram tangan Alyssa dan tiba-tiba menghilang dari hadapan Orlin.

Orlin : Sial! Kemana dia? Siapa yang dia katakan 'kalau mereka bisa'? Awas kau, Tori! Kau tak bisa menghidar dariku!

To be continued ..





Sunday, 28 December 2014

Ninja Tori - Part 1

Ninja Tori - Part 1

Suatu malam di sebuah restoran. Tori menyeruput tehnya seperti orang yang sedang kehausan sedang kedua tangannya memencet tombol hp gak jelas. Gadis berambut coklat panjang yang gak dikuncir hari ini, mencoba menghubungi temannya tapi tetap tidak diangkat.

Tori : Sial, hp-nya gak aktif.. Hmm ..

Tori segera menghabiskan tehnya dan pergi keluar dari restoran. ia memutar kunci motor dan menjalankan motor itu hingga berhenti di depan sebuah gedung tua. Ia mendesah pelan.

Tori : Aku berpikir ada sesuatu yang terjadi pada temanku.

Tori segera masuk ke dalam gedung tua itu. tiba-tiba pintu itu membuka sendiri. Tori santai, ia meneruskan jalannya. tiba-tiba, ia mendengar sebuah teriakan dan tawaan yang sangat kejam.

Tori : What happen here ?!

Refleks Tori berteriak. Datanglah seorang pria memakai baju hitam.

Pria : Terima kasih telah datang, kawanku! Tanpa diundang sekalipun. Kau menerima telepatiku, bukan?

Tori : Tidak usah basa-basi, wahai pria! Lagi pula anda tidak melakukan telepati sama sekali, mungkin saja, karena hal itu tidak akan pernah kuterima sekalipun dalam hidupku dan hanya khayalan untuk anda.

Pria itu sedikit menggeram, tapi menahan kesabarannya.

Pria : Anda tahu, kenapa anda diundang kemari?

Tori : Saya sudah tahu, sudah sering saya menerima kasus seperti ini. 

Pria : Oh, baiklah! Kalau begitu apa kasusnya?

Tori : Teman saya. Apa anda membawanya?

Pria : Siapa teman anda?

Tori : Alyssa Nevada. Pasti anda membawanya kemari. 

Tori memunggungi pria itu.

Tori : Jarang dia tidak mengangkat telepon waktu ku telpon.

Pria : Sekarang, telpon dia!

Dengan tangan gemetar, Tori mengambil handphonenya dari saku celananya dan mulai menelpon. Terdengar suara Alyssa dari telepon.

Alyssa : Help me! Help me!

CALL ENDED. Tori mengembalikan handphonenya.

Tori : Benarkan apa yang saya katakan? Keluarkan dia!

Pria : Saya akan memberikan Alyssa Nevada, jika sudah tersedia uang 55 miliyar.

Tori : Oh, ya? Jika saya bisa memberikannya, apakah anda masih melakukan teori licik anda?

Pria : Maaf, teori licik? Yang benar saja! Lalu, apakah anda bisa memberikannya sekarang?

Tori : Tidak sekarang (diam-diam mengeluarkan pisau)!!

Dengan cepat Tori menancapkan pisau ke arah pria itu dan ..

To be continued ..

Friday, 18 April 2014

Sebuah Karya dari Helfrida Miftakhur Raifa Sogara


Cerita Persahabatan Octa The Octopus and Cribby The Crab
                Suatu hari di sebuah samudra yang luas, hiduplah seekor gurita biru dan seekor kepiting merah yang akrab bernama Octa dan Cribby. Mereka selalu bersama. Sampai suatu saat ..
"Hai, Octa!" sapa Cribby di suatu pagi.
"Hai, Cribby! Sedang apa kau?" tanya Octa kepada Cribby.
"Hmm .. sedang jalan-jalan. Kenapa?" jawa Cribby dingin.
"Aku ikut donk!" seru Octa.
"Baiklah!" kata Cribby dengan girang. 
Ketika Octa berbalik, salah satu tentakelnya mengenai tubuh Cribby, dan Cribby terlempar jauh.
"Aaaa...!" teriak Cribby. Octa yang merasa panik, akhirnya berenang mencari Cribby.
Dalam perjalanan, Octa bertemu beberapa ikan-ikan yang berenang.
"Excuse me! Kau tahu seekor kepiting merah, terlempar, ke arah utara.." kata Octa kepada seekor ikan yang sedang berada di depannya.
"I don't know .. what you say, Octopus! And don't disturb me .. go!" tukas ikan itu sambil berlalu.
"Oh .." kata Octa. Ia sangat merasa menyesal dengan tentakel-tentakelnya. Akhirnya, ia menggigit-gigit tentakelnya karena kesal. Ia bertemu seekor ikan badut yang tengah berenang di depannya.
"Octopus, are you mad? You biting your tentacles! Don't you fill pain?" tanya ikan badut itu sambil menatap Octa.
"Oh .. Clown fish!! I lose my friend!! Hiks .. hikss.." kata Octa sambil terisak.
"What?? Crown fish? I not crown fish!" kata ikan badut.
"I say clown with l, not crown with r!" kata Octa. Tangisannya semakin keras.
"I just saw a red crab thrown to the north. Who is he? And why he was thrown? Is he just playing sea bomb? What is a sea bomb? Ah .. I do not understand at all. You know .." kata ikan badut terpotong oleh Octa.
"Yes, i know! Haha .. i know him! He is my friend, you know! Thank you clown fish!" kata Octa sambil memeluk ikan badut dengan tentakelnya.
"Please! Keep your tentacles that of my fins. It can rip my fins," kata ikan badut. Octa melepaskannya. Seekor kepiting merah berenang dari arah utara. Octa langsung memeluknya.
"Oh .. Cribby! Kukira kau tak akan kembali! Maafkan aku ya!" kata Octa.
Cribby mengangguk. Mereka berjanji tidak akan pernah melukai satu sama lain.

Bagaimana dengan cerita kalian tentang gambarku? Sharing ke aku ya! See you at the next story!

Thursday, 13 March 2014

MISS APOLO MIDDLE


 Im Yoona as Raline Eleanor Queenta here >o<

 Tiffany Hwang as Rachel Apolo Destiny here :D
 Emma Watson as Tiffany here ^_^

             
            Pagi ini adalah pagi yang begitu indah dan cerah, serta menyenangkan. Karena, hari ini adalah hari ulang tahun sahabat sejatiku, Rachel Apollo Destiny. Mungkin namanya dikenal sangat asing ya! Tapi, itu memang sahabat sejatiku dari Jakarta. Panggil saja dia Apollo atau Rachel. Tapi, kita sering memanggilnya, Miss Apollo Middle. Karena, Miss adalah arti mbak atau bu, sedangkan Apollo adalah namanya dan Middle adalah urutannya. Karena, dia anak tengah. Oh, iya! Salam kenal ya! Namaku Tiffany!
Rachel mempunyai banyak bakat. Yaitu menyanyi, menari, menggambar, menganalisa, composer dan photografer. Wah! Pada hari ulang tahunnya, Rachel akan membawakan 3 buah lagu yang memakai bahasa Korea, Inggris, dan Indonesia. Ketiga lagu itu buatannya sendiri. Aku tidak sabar untuk mendengar suara Rachel yang mirip dengan suara bidadari yang jatuh dari surga untuk menyanyikan sebuah lagu yang sangat indah. Tapi, biasanya, Rachel juga gagal menunjukkan lagu-lagunya dengan alasan, teks lagunya belum siap atau selesai, suaranya serak, dan hal-hal yang mustahil lainnya.
Waktu itu datang juga. Ulang tahun Rachel dibuka dengan lagu Rachel yang mengisahkan tentang anak yatim piatu yang sedang berulang tahun. Dan akhirnya bertemu dengan anak kaya. Oh!! Aku mendengarkannya sampai aku meneteskan air mata. Semua orang bertepuk tangan melihat penampilan Rachel.
Sekarang waktunya bagi-bagi kue. Rachel pun diminta untuk memotong kuenya. Wah! Ternyata, Rachel memberikan kue pertama untukku. Dan aku selalu berkata untuknya, 
“Terima kasih, Rachel! Selamat ulang tahun ya!”, kataku. 
Dan dia menjawab dengan senyuman dan lesung pipinya yang sangat manis. Tapi entahlah, mengapa setelah Rachel memberikan kuenya kepadaku, aku terasa kalau aku sangat merasa kalau aku sedang di khianati. Saat itu, peristiwa itu terjadi juga ya. Ada mobil putih yang berkilau berhenti di depan rumah Rachel. Dan turunlah seorang gadis cantik. Rachel pun mengetahui hal itu. Tapi, entah kenapa setelah mengetahui hal itu, Rachel langsung merebut kueku dan memberikannya kepada gadis itu. Oh, aku mendengar perkataan Lisa teman Rachel yang sedang berbicara dengan Dinda, temannya.
“ Oh Dinda!, itukan Raline gadis kaya yang tinggal di Jln. Kembang Melati”,kata Lisa.
 Berkat Lisa, aku jadi tahu siapa gadis itu. Raline Eleanor Quenta. Atau biasa dijuluki REQ. Ketidak adilan ini sudah terungkap! Aku membuang topi ulang tahunku. Dan segera pergi. Raline dan Rachel mengetahuinya. Rachel menahanku, tapi aku melepaskannya dan membentaknya. Aku agak merasa bersalah. Tapi aku menganggap tingkah laku Rachel tidak adil. Aku langsung berkata sepuas-puasku untuk melegakan perasaanku,
”Hai Rachel! Selamat ulang tahun ya! Tapi, aku merasa di khianati olehmu dan kedatangan temanmu Raline Eleanor Queenta atau REQ. REQ! Bersenang-senanglah dengan pengkhianat ini, bersenang-senanglah! Terima kasih atas rebutan kuenya”,kataku sambil pergi dan kesal. Rachel menangis dan langsung masuk ke kamar.
Rachel merenungkan kesalahannya. Dan apa yang telah ia lakukan pada sahabat sejatinya sendiri.  
   “Ya Ampun! Apa yang telah aku lakukan pada Tiffany? Aku tidak tahu apa yang terjadi tadi! Aku seperti di hipnotis. Dan aku merasa pilih kasih”, kata Rachel sambil menangis. 
Akhirnya, Rachelpun menelfon Tiffany. Tiffanypun mengangkatnya. 
“Tiffany! Maafkan aku! Aku sungguh menyesal! Menyesal sekali! Aku tahu apa yang kau rasakan hingga sekarang. Kamu pasti merasa di khianati olehku. Aku sungguh meminta maaf! Aku ingin kau kembali kesini untuk berbicara denganku. Ingin sekali!”, kata Rachel. 
Aku pun langsung mengatakan ya dan menutupnya. Karena, aku belum sembuh dari rasa kesal dan kecewaku.
Aku pun bersiap-siap. Tapi aku berniat untuk tidak berbicara apapun tentang perasaanku tadi. Aku hanya berniat untuk menenangkan pikiran Rachel. Gara-gara Raline, kami berdua mendapat masalah. Siapa sih Raline yang sebenarnya? Pemberontak atau teman? Atau istilah lainnya? Aku tidak akan mengungkapkan masalah ini di depan Rachel. Aku sudah terlalu lega.
“Rachel!”, kata Raline. 
“Pergilah Raline!”, kata Rachel. Raline mengeluarkan sebuah kado dari tasnya.
 “Selamat ulang tahun, Rachel! Aku pergi dulu”,kata Raline. 
“Terima kasih, Raline!”, kata Rachel. 
“Rachel! Rachel!,”. kataku. 
“Hah! Tiffany!,”. kata Rachel. 
“Tiffany?”, kata Raline. Rachel berlari menuruni tangga dan memelukku. 
“Tiffany!”, kata Rachel. Aku pun tertawa. 
“Rachel!”, kataku seperti ada udang di balik batu.
Sebenarnya, Rachel juga punya bakat membaca pikiran. Dan aku pun lupa. Aku ketahuan. Rachel langsung memandang wajahnya dengan penuh keheranan. 
“Tiffany! Katakan padaku apa yang kau sembunyikan?”, tanya Rachel. 
“Sembunyikan apa? Aku tidak menyembunyikan apa-apa,”. Kataku sambil senyum kecut.
 “Tidak, tidak! Katakan!”, kata Rachel. 
“Bukan! Aku, tidak menyembunyikan apapun,”. Kataku dengan gugup.
   “Aku membaca pikiranmu dari dalam sampai ke otakmu. Kau pasti menyembunyikan sesuatu,”. Kata Rachel dengan sedikit teriakan. 
“Tidak! Rachel! Aku, aku! Ooohhh... ketahuan! Baiklah, aku lupa kalau kamu punya teknik kesadaran alam. Oh!,”. kataku dengan sedikit kecewa.
 “Apa yang sedang kamu rahasiakan dariku, Tiffany?”, kata Rachel dengan pandangan mata yang kejam. 
“Tidak ada! Pasti hanya hal-hal tidak penting,”. Kataku. 
“Bukan, bukan! Ini hal penting yang pernah kau rasakan,”. Kata Rachel dengan serius.
Aku pun lari meninggalkan Rachel. Aku tidak mau rahasiaku tentang Rachel aku buka. Tapi, Rachel mengejarku. Aku segera membawa sepedaku keluar. Dan, mengayuhnya lebih cepat. Tapi entah kenapa, Rachel menyusulku dengan membawa mobil. Aku pun belok ke sebuah gang dan bersembunyi di balik tembok-tembok. Rachel tidak mengetahuinya. 
“Sial! Dimana Tiffany?,”. kata Rachel dengan perasaan kecewa.
Aku pun merasa lega. Tapi, aku harus segera pergi dari kawasan itu sebelum maghrib tiba. Karena aku akan mengadakan pesta Lolipop. Di rumahnya, Rachel terlihat sangat galau. 
“Tiffany merahasiakan apa sih? Kok tiba-tiba mataku jadi fokus ke pikirannya? Berarti ini rahasia penting,”. Kata Rachel. 
Di rumahku sendiri, banyak teman yang berkunjung ke rumahku untuk menikmati secangkir teh dan lolipop. Tapi, seharusnya Rachel kuundang. Tapi, karena ada 1 rahasia yang aku sembunyikan dari Rachel, maka sengaja Rachel tidak kuundang. Karena, aku takut dia marah lagu sama aku.
Ada 5 temanku yang termasuk sahabatku. Yaitu, Emma. Emma adalah temanku yang paling pintar dari kita berenam. Karena, setiap dia sekolah. Dia menjadi siswa terfavorit. Akan tetapi, di keluarkan dari sekolah karena lebih pintar daripada gurunya sendiri. Lucky. Lucky adalah temanku yang paling ganteng dan berotot dari kita berenam. Soalnya, setiap pulang dari kuliah, Lucky selalu berkunjung ke Diamond Body. Tempat angkat barble terkenal di Jakarta dan tempat olahraga juga tentunya. Beni. Beni adalah temanku yang satu-satunya memakai kacamata dan kurus dari kita berenam. Dia suka biskuit, roti tawar, kue, susu, dan teh. Nasi dan lainnya tidak suka. Hanya itu saja. Makanan itulah yang membuatnya kurus. Tika. Tika adalah temanku yang paling serius dan tergalau dari kita berenam. Sebenarnya, dia suka sama Lucky. Tapi, mereka nggak pernah jadian. Mereka hanya suka ketemuan aja. Itulah yang membuat Tika galau. Dan terakhir, Eric. Temanku ini adalah satu-satunya teman yang mempunyai cita-cita buat jadian sama aku. Ah! Tapi belum terwujud juga, karena, Eric nggak pernah menyatakan cinta kepadaku. Tapi, buat apa?
“Hai, Tiffany! Kau sedang apa?”, tanya Eric.
 “Eric!”, kataku dengan rasa malu. Tiba-tiba datanglah Raisa, temanku yang sangat kaya. 
“Hai Tiffany!”, sapa Raisa. “Oh, hai Raisa! Sedang apa kau disini?”, tanyaku. 
“Mungkin aku tidak bisa menyatakan cinta kepada Tiffany,”. Kata Eric murung.
 “Hai Eric!”, kata Emma. 
“Halo, Emma! Apa-sedang-kau-disini?”, tanya Eric. 
“Eric! Kau gila! Kau pun salah mengeja kata,”. Kata Emma dengan sedikit tawaan. 
“Sudahlah, Emma! Siap-tidak-hari-aku-ini,”. Kata Eric. “ Eric! Kau salah mengeja lagi!”, kata Emma.   
“Terima kasih atas perhatianmu, Emma. Bye beb!”, kata Eric. 
“Beb?”, tanya Emma.
Tiba-tiba, Rachel datang menemuiku. Rachel pun tiba-tiba membentakku. 
“Tiffany! Dasar kamu ya! Kamu marahkan sama aku?”, tanya Rachel. 
Semua teman-temanku berbisik-bisik. Rachelpun berteriak. 
“Hei! Kalian semua! Jangan sampai kalian mendekati Tiffany. Atau kalian, akan bernasib seperti Tiffany juga,”. Kata Rachel. 
“Hai, nona! Apa nasib Tiffany? Huh?,” teriak Lucky. 
“Emm... entahlah! Tapi akan bernasib jelek seperti.. entahlah!”, kata Rachel.
 “Berarti kau mengungkapkan sesuatu yang tidak nyata!”, kata Eric. Semua teman-temanku tertawa. Rachelpun pergi dengan kesal.
“Ayo kita lanjutkan pestanya!”, kataku dengan riang gembira.
 “Ayo!”, kata teman-temanku. 
Saat berada di perjalanan. Rachel mabuk karena di tertawakan oleh teman-temanku. Saat itu memang jalanan sepi. Dan mobil Rachel berhadapan dengan sebuah mobil ungu. Sangat disayangkan!! Ketika itu, mobil Rachel menabrak mobil Ungu dan mobil Rachel terpental sejauh 4 meter. Dan, duorr!! Meletuslah mobil Rachel. Sayangnya, Rachel pun tidak lagi hidup. Rachel sudah mati dengan luka bakar dan tulang-tulangnya. Uh! Mengerikan! Aku dan teman-temanku, mengucapkan selamat tinggal pada Rachel. Dan, hidup atau mati, kita harus selalu bersama.

Monday, 17 February 2014

Beautiful Disney World :)


Lightining Disney World :)



Fragile :o

Oh, Tiria. I'm sorry to broken your glass. Fragile!




All About Me :)













Happy in all time
Because, she think something about thing that she can do :)
And, she was smiling everyday :D
Because, she know the day is smiling to her too ^_^

Saturday, 15 February 2014

Haninda The Great Babies :p

Kelahiran mereka masih berarti daripada mereka lahir tanpa nyawa. Ia menyapa dunia dengan 
tangisannya yang keras. Dan sapaan itu dibalas oleh perawat-perawat rumah sakit yang berbaik hati merawat mereka. 



Ketika si kembar kedua sakit, si kembar pertama hanya bisa merasakan rasa sepi. Ia menantikan adiknya kembali di sampingnya. Walaupun bayi tidak bisa berbicara dari mulut, namun ia bisa berbicara dari hati.

Dan do'a si kembar pertama pun terkabulkan. Si kembar kedua tidur disampingnya dan cerialah hati mereka. Mereka bisa berkumpul kembali seperti anak kembar lainnya. Si kembar kedua juga bisa bertemu ibunya kembali. Ia bisa menyapa dunianya yang nyata, bukan dunia rumah sakit yang penuh uang.


Haninda tersenyum dan menyapa dunia barunya. Si pesek dan si mancung. Si Bundar dan Si lonjong. Mereka dapat menikmatinya dengan baik. Mereka menanti hari istimewa mereka, hari Aqiqahnya.
^_^ THE END ^_^




 

Blogroll

About